< ? = ? > ?

Mana yang lebih pintar ? Kamu atau Tuhan Yesus ?

Jawaban A :
Tuhan itu bodoh!! Sangat bodoh!! Ga ngerti bagaimana seharusnya cara mengatur dunia!!
Mana mungkin tuhan yang pintar bisa bikin dunia yang kacau balau kaya gini….dunia yang sepanjang sejarah selalu dipenuhi perang yang seringkali justru terjadi karena perbedaan di antara umatnya sendiri?
Mana mungkin tuhan yang pintar bisa membiarkan kejahatan dan ketidakadilan terjadi di dunia ini..orang jahat berkeliaran dan hidup seenaknya sementara orang baik mengalami kesusahan. Kalau dia tuhan yang pintar,harusnya dia ga membiarkan hal seperti ini terjadi.
Mana mungkin tuhan yang pintar membiarkan anak2 dijual kaum phedofil dan para wanita dijerumuskan dalam pelacuran ? Seandainya saya punya anak,saya ga akan membiarkan anak saya dijual atau dilacurkan, bagaimana mungkin tuhan cuman diam saja?
Dan kalau dia pintar,kenapa dia tidak memunculkan dirinya sendiri supaya kita semua melihat dan menjadi baik? Munculin tangan dari awan kek atau langsung saja turun dengan para malaikat dan ambil pemerintahan dunia? Kenapa malah bersembunyi dan membuat kita bingung?
Tuhan itu bodoh...dia tidak tahu bagaimana cara yang seharusnya untuk mengatur dunia..dan karena aku tahu bagaimana cara mengatur dunia yang lebih baik, itu berarti Aku lebih pintar dari tuhan !!

Konsekuensi jawaban A :
Seandainya tuhan yang lebih bodoh ( < ) daripada kamu atau bahkan sama pintarnya (= ), saat ini juga saya akan bangun istana termegah untukmu. Karena kamu lebih pintar dari tuhan, berarti kamu seharusnya menjadi raja dunia ini dan memimpin kami.
Tapi....ada tapinya...tolong buktikan kalau kamu lebih pintar dari tuhan. Tolong berikan jawaban untuk semua permasalahan di dunia ini, dari masalah politik,ekonomi,kesehatan,kematian,kesuksesan,kemakmuran,psikologi dll. Dan tentu saja karena itu jawaban yang muncul dari mulut orang yang lebih pintar dari tuhan jawaban itu pastilah jawaban yang sangat bijaksana yang akan diterima oleh semua manusia di muka bumi, jawaban final yang tidak akan bisa diperdebatkan.
Bisa ?

Jawaban B :
Walahhhh...jangankan lebih pintar dari Tuhan...cara bikin matahari aja saya ga tau. Cara bikin bintang,cara bikin buaya,cara bikin laut dan segala macam kerajinan tangan yang Tuhan bikin itu saya ga tau gimana cara bikinnya. Jangankan soal keadilan dunia, bagi roti dengan adil aja susah kok, apalagi mikirin dunia yang adil kaya gimana. Kalau saya aja ga ngerti gimana cara Tuhan bikin dunia ini,gimana saya mau bilang kalo saya lebih ngerti dari Dia soal ngatur dunia yang dia bikin ini ?
Gak deh....udah pasti jawabannya Tuhan yang lebih pinter ( > ) daripada saya.

Konsekuensi jawaban B :
Karena Tuhan yang lebih pinter, dan kita jauh lebih bodoh, berarti Tuhan tahu cara yang terbaik bagaimana mengatur dunia ini. Kalau kita merasa cara Tuhan salah,itu bukan karena Tuhan yang salah tapi karena kita yang ga mengerti. Dan karena kita ga mengerti, bukankah lebih baik kalau kita serahkan saja pada yang lebih mengerti ? Bukankah lebih baik kita diam dan mempercayai Tuhan? Percaya bahwa segala sesuatu terjadi demi kebaikan orang – orang yang percaya kepadaNYA ?

Kita punya banyak pertanyaan untuk Tuhan…saya pribadi punya sangat banyak pertanyaan..mengenai cara-cara Tuhan menjalankan dunia ini. Kenapa Tuhan mengijinkan satu hal terjadi dan hal lain tidak terjadi. Kenapa Dia melakukan A dan B di satu tempat tapi C dan D di tempat lain misalnya.
Tapi yang saya butuhkan bukanlah jawaban,tapi penundukan diri.
Pada akhirnya, bukan Tuhan yang harus menjawab pertanyaan kita,tapi kita yang harus menjawab, “ Mana yang lebih pintar,kita atau Tuhan?”
Seandainya kita lebih pintar dari tuhan, seharusnya sejak ribuan tahun lalu kita menemukan jawaban dan solusi untuk masalah2 dunia dan saat ini harusnya bumi menjadi surga.
Tapi,seandainya Tuhan yang lebih pintar, dan seandainya Tuhan memberi jawaban itu pada kita, kita tetap ga akan pernah mengerti karena tentu saja jawaban itu akan di luar pemahaman kita karena kita jauh di bawah kepintaran Tuhan.
Itu akan sama seperti seorang profesor menjelaskan teori fisi nuklir pada anak TK yang cuma bengong sambil jilat-jilat es krim.
Dan mungkin karena itu Tuhan ga repot2 menjelaskan pada Ayub mengenai keadilan. Dia cukup bertanya apakah Ayub bisa membuat bumi atau menggantung bintang di langit? Kalau menghitung 2+2 saja masih pakai jari , ga usah nanya soal fisi nuklir !

Seringkali kita melupakan arti kata Tuhan...Tuhan yang mencipta alam semesta..Tuhan yang berkuasa dan Maha Mulia. Sepetinya seringkali kita menganggap Tuhan hanya jin botol yang kerjanya mengabulkan permintaan kita. Dan ketika permintaan itu tidak dikabulkan, kita mulai meragukan kepintaran ( atau bahkan kewarasan ) Tuhan.
Tuhan adalah Tuhan !!
Dan sampai kita mengerti arti kata dan tunduk pada kata-kata itu, pertanyaan kita tak akan pernah terpuaskan.

7 Kurcaci

Heigh Ho…ayo kita pergi ke tambang…
Heigh Ho…ayo kita menggali…
Heigh Ho…ayo kita mencari permata
Heih Ho..Heigh Ho…Heigh Ho…..

Tampak 6 kurcaci meninggalkan gubuk mereka di tengah hutan dan pergi ke gunung…
6 kurcaci ? Bukankah seharusnya 7 ? Ke mana 1 lagi ?
Tampak 1 kurcaci kecil berdiri di depan pintu rumah sambil mengamati kepergian kurcaci-kurcaci yang lain.

Namanya Dopey, kurcaci kecil yang berdiri di depan rumah itu
Dopey mempunyai tinggi badan terpendek di antara kurcaci-kurcaci lain, dan oleh karena itu sementara kurcaci lain sibuk mencari permata, Dopey harus diam di rumah dan mengerjakan pekerjaan remeh seperti mencuci dan membersihkan rumah.
Dan Dopey tidak menyukai hal itu, dia ingin pergi bersama kurcaci lain mencari permata dan bukannya mengurus rumah

Ada satu cermin besar di rumah para kurcaci, cermin yang dulunya disita dari seorang ratu jahat.
Setiap kali Dopey melihat dirinya di cermin, seolah-olah cermin itu mengejek dirinya sebagai kurcaci terpendek di dunia.
Dan Dopey mendengar ejekan itu….
Pelan –pelan rasa rendah diri itu merambati tubuhnya
Perasaan yang mengatakan kalau dirinya adalah kurcaci terendah,terjelek,dan terlemah di antara kurcaci-kurcaci lainnya.

Dopey tidak menyukai perasaan itu…
Dia bermimpi suatu hari nanti dia akan menjadi lebih unggul dan lebih baik dari saudara-saudaranya
Tapi….Dopey yang malang..
Cermin besar itu selalu mengingatkannya tiap hari akan kekurangannya..kependekannya
Dan sumur rendah diri itu tergali semakin dalam dan semakin gelap…

Sampai suatu pagi, ketika saudaranya,Grumpy,sedang menyisir rambut di depan kaca dan Dopey kebetulan berdiri di sebelahnya..
Ada!...Ada satu hal dimana dia lebih baik dari saudara – saudaranya yang lain...
Grumpy itu.....kotor,berdebu dan hitam
Dan Dopey itu...bersih dan putih
Kurcaci – kurcaci lain mengahbiskan waktu mereka sepanjang hari menggali terowongan di gunung dan selalu kotor, dan mereka malas mandi karena mereka berpikir ,’ ..toh besok juga kotor lagi“
Sementara Dopey yang selalu diam di rumah dan selalu mandi tiap hari tentu saja jauh lebih bersih dari saudara-saudaranya
Hohoho...Dopey tertawa dengan senang dan bangga
Akhirnya....akhirnya dia menemukan satu hal dimana dia lebih unggul dari saudara-saudaranya...Dopey lebih bersih!!
Dan Dopey tidak membuang waktu, bagaimanapun sumur rendah dirinya menuntut siraman pujian
Dan dengan nada bangga Dopey menceritakan kebersihan dirinya kepada saudara-saudaranya.

Setiap pagi, saat Dopey bercermin, dia tidak pernah lupa mengingatkan saudara-saudaranya bagaimana bersihnya dirinya.
Semakin dalam sumur rendah dirinya, semakin banyak siraman pujian yang diinginkannya.
Untuk pertama kalinya, Dopey tidak lagi merasa rendah di hadapan saudara-saudaranya..
Untuk pertama kalinya, Dopey merasa lebih tinggi…
Dan Dopey ingin lebih tinggi lagi…setinggi mungkin, setinggi kedalaman sumurnya..

Kini, setiap pagi, Dopey tidak hanya menceritakan kebersihan dirinya tapi juga mencela kekotoran saudara-saudaranya.
Semakin banyak celaan yang dilontarkan Dopey, semakin senang hatinya..
Karena bukankah ketika dia mencela kekotoran saudaranya, sebenarnya dia sedang memuji kebersihan dirinya?
Dan sumur dalam hatinya semakin terpuaskan ?
Tapi…Dopey belum puas..sumurnya masih jauh dari penuh

Kini..Dopey tidak mau lagi bersentuhan atau bahkan berbicara dengan saudaranya
Kalau ada yang perlu dibicarakan...Dopey akan menulis di kertas
Kalau terpaksa bersentuhan..Dopey akan memakai sarung tangan atau sapu tangan supaya tidak bersentuhan langsung
Bagi Dopey, dirinya adalah mahluk suci yang tidak boleh bersentuhan dengan mahluk rendah seperti saudaranya
Tapi...batu yang dijatuhkan ke dalam sumurnya masih tak terdengar suaranya

Kini...Dopey tidak mau lagi tinggal bersama saudara-saudaranya yang kotor
Dan Dopey mengusir semua saudara-saudaranya dari rumah itu
Bagi Dopey, mereka bukan lagi saudaranya tapi mahluk hina yang mengotori rumahnya
Dopey adalah mahluk tinggi, dan saudara – saudara kurcacinya adalah mahluk rendah

Happily ever after?
Dopey tinggal seorang diri sampai hari tuanya, hanya ditemani cermin besar di rumahnya.
Bagaimanapun, tidak ada satu mahluk pun yang cukup bersih baginya selain dirinya
Bagaimana dengan kurcaci-kurcaci lain?
Mereka meninggalkan Dopey dengan senang hati, bagaimanapun mereka juga sudah muak dicela stiap hari.
Dan ke 6 kurcaci itu membentuk Asosiasi Penambang Pembenci Sabun, mereka membenci Sabun karena menurut mereka Sabun –lah yang membuat Dopey menjadi menyebalkan. Seandainya tidak ada Sabun, Dopey tidak akan bersih, dan jika Dopey tidak bersih,dia tidak menyebalkan.


“ Hanya orang berjiwa kerdil yang menginjak orang lain supaya terlihat lebih tinggi “

Ketika kita menunjukkan kesalahan orang lain dan menunjukkan hal yang benar, lakukan itu karena kasih, karena kita ingin orang itu menjalani hidup yang baru di dalam Yesus.
Tapi jangan hakimi orang lain karena kita ingin terlihat lebih baik dan lebih suci.
Jangan menghakimi orang lain untuk memuaskan ego kita
Jangan menjadi seperti orang Farisi yang dikecam Yesus karena mengajarkan Taurat untuk kemuliaan diri mereka sendiri ( Matius 23 )
Dan jangan pernah melupakan, kalaupun saat ini kita bersih, itu bukan karena usaha kita tapi karena ada “Sabun” yang membersihkan kita, Yesus !